Mujadalah

Jangan Remehkan Kebaikan Kecil!

Salafusshalih.com – Jangan pernah meremehkan kebaikan, meskipun tampak kecil di mata manusia. Senyum yang tulus, kesabaran ketika diuji, menahan lisan agar tidak menyakiti, membantu orang yang kesusahan, dan memaafkan kesalahan bisa menjadi amal yang sangat bernilai di sisi Allah Swt.

Kita tidak pernah tahu amal mana yang diterima, sebab kemuliaan seseorang tidak hanya ditentukan oleh banyaknya ibadah, tetapi juga oleh keikhlasan dan keluhuran akhlaknya.

Islam tidak mengajarkan kita untuk mengukur nilai amal hanya dari sesuatu yang tampak besar. Puasa sunah, salat malam, membaca Al-Qur’an, dan sedekah adalah ibadah yang mulia.

Namun, ibadah yang benar semestinya melahirkan ketakwaan dan akhlak yang baik. Karena itu, jangan menganggap kebaikan kecil tidak berarti hanya karena tidak dipuji manusia.

Kesabaran Yang Bernilai

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155–157:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ۝١٥٥ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ۝١٥٦ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ۝١٥٧

Artinya: “Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.’ Mereka itulah yang memperoleh keberkahan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Perhatikanlah, Allah menjanjikan keberkahan, rahmat, dan petunjuk bagi orang yang bersabar ketika mendapat musibah. Sabar bukan berarti tidak boleh bersedih. Sabar berarti tetap menjaga iman, tidak berburuk sangka kepada Allah, menjaga lisan, dan tetap memilih ketaatan ketika keadaan terasa berat.

Seseorang mungkin tidak dikenal karena banyaknya amal sunah, tetapi kesabarannya yang tulus ketika diuji dapat menjadi amal yang sangat berharga di sisi Allah.

Senyum dan Akhlak Baik

Rasulullah Saw. bersabda:

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

Artinya: “Janganlah engkau meremehkan suatu kebaikan pun, meskipun hanya menemui saudaramu dengan wajah yang ceria.” (Muslim No. 2626)

Hadis ini mengajarkan bahwa kebaikan tidak selalu berbentuk sesuatu yang besar. Ucapan yang menenangkan, wajah yang ramah, tangan yang membantu, kesediaan mendengarkan, dan memaafkan kesalahan juga merupakan kebaikan.

Jangan menunggu menjadi kaya untuk berbagi, jangan menunggu memiliki kedudukan untuk bermanfaat, dan jangan menunggu mampu melakukan perkara besar untuk berbuat baik.

Rasulullah Saw. juga bersabda:

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ، فَقَالَ: تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ، وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ، فَقَالَ: الْفَمُ وَالْفَرْجُ

Artinya: “Rasulullah ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Beliau menjawab, ‘Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.’ Beliau juga ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Beliau menjawab, ‘Mulut dan kemaluan.’” (Tirmizi No. 2004)

Maka, jangan meremehkan kebaikan yang sederhana. Bisa jadi senyum kita menguatkan hati seseorang. Bisa jadi kesabaran kita ketika disakiti menjadi sebab datangnya rahmat Allah. Bisa jadi satu perkataan yang kita tahan menyelamatkan kita dari dosa. Bisa jadi memaafkan seseorang menjadi sebab Allah memberikan ampunan kepada kita.

Mari memperbaiki ibadah sekaligus akhlak. Perbanyak amal yang ikhlas, bersabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi, ringan menolong, mudah memaafkan, dan tetap lembut dalam bermuamalah. Jangan sibuk menghitung kebaikan diri sendiri lalu meremehkan kebaikan orang lain. Hanya Allah yang mengetahui keikhlasan, perjuangan, dan nilai sebenarnya dari setiap amal.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang tekun beribadah, kuat ketika diuji, berakhlak mulia, ringan menolong, dan tidak pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Semoga setiap amal yang tersembunyi dari pandangan manusia menjadi amal yang besar nilainya di sisi Allah dan bekal menuju surga.

(Dwi Taufan Hidayat)

Redaksi

Salafusshalih.com.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan dengan spirit menguatkan agama meneguhkan Indonesia.

Related Articles

Back to top button