Ashabul Kahfi, Nabi Musa, Nabi Khidir, dan Dzulqarnain Dalam Surat Al Kahfi

Salafusshalih.com – Ashabul kahfi menjadi kisah yang masyhur setelah dikisahkan dalam Al-Quran surat Al-Kahfi. Surat ke 18 terdiri 110 ayat.
Isi surat Al-Kahfi anjuran kalau berjanji ucapkan insyaallah (ayat 23-24). Kemudian kisah tentang pemuda ashabul kahfi (ayat 9-26), kisah Nabi Musa berguru kepada Nabi Khidir di ayat 60-82. Kisah penaklukan Zulqarnain (ayat 83-101), dan penjelasan tentang ruh (ayat 85).
Ashabul kahfi adalah sebutan untuk tujuh pemuda dan seekor anjing yang bersembunyi dalam gua dari kejaran pasukan Rumawi. Gara-gara mereka berpaham tauhid, beriman kepada Tuhan yang tunggal, dituduh memberontak. Sebab pemerintah menganut paham syirik.
Ketika bersembunyi dalam gua itu mereka tertidur selama 300 tahun menurut perhitungan kalender Syamsiah atau 309 tahun menurut hitungan kalender Qamariah.
Asbabun Nuzul
Menurut Tafsir Al-Azhar, tujuh pemuda ini adalah bangsawan yang bekerja di zaman Gubernur Daqyanus di negeri Yordania. Di masa itu Yordania masuk kekuasaan Kaisar Rumawi Gaius Messius Quintus Decius. Sekitar tahun 249-251 M.
Nama tujuh pemuda itu adalah Maximianus, Malchus, Martinianus, Constantinus, Dionysius, Johannes, dan Serapion.
Kitab Lubabun Nuquf fi Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As-Suyuti menerangkan sebab turunnya surah Al-Kahfi.
Ceritanya, orang Quraisy Mekah mengutus An-Nadhr bin Harts dan Uqbah bin Abu Mu’ith ke rabi Yahudi di Madinah yang paham kitab dan kenabian. Tujuannya menanyakan soal kenabian Muhammad, sifat, dan perkataannya.
Rabi Yahudi itu memberi saran supaya menanyakan kepada Muhammad tiga masalah. ”Kalau dia bisa menjawab berarti dia benar nabi yang diutus, tapi jika tidak bisa maka hanya orang yang mengaku-aku nabi,” kata rabi Yahudi itu.
Tiga masalah itu, pertama, tanyakan sekelompok pemuda dalam gua di masa dahulu dan apa yang terjadi padanya.
Kedua, tentang penjelajah yang menguasai bumi dari timur hingga barat dan apa yang terjadi padanya. Ketiga, apakah ruh itu.
Utusan Quraisy itu pulang melaporkan kepada kaumnya. Orang Quraisy lantas mendatangi rumah Nabi Muhammad menanyakan tiga masalah tadi.
Nabi Muhammad menjanjikan akan menjawab tiga masalah itu beberapa hari lagi. Setelah bermunajat ternyata wahyu yang diharapkan tak kunjung turun.
Melewati hari ke-15 wahyu tak turun juga. Orang-orang mulai meragukan pengakuannya sebagai nabi. Kasak-kusuk terjadi bahwa Nabi tak bisa menjawab pertanyaan itu.
Di tengah kesedihan dan penantian, tiba-tiba Jibril turun menyampaikan ayat-ayat surat Al-Kahfi. Isinya menjawab tiga pertanyaan orang Quraisy itu. Nabi bergembira. Kasak-kusuk lenyap. Tapi para bangsawan Quraisy masih juga belum beriman.
Doa Ashabul Kahfi
Dalam surat itu juga disebutkan doa pemuda ashabul kahfi yang berlindung ke dalam gua. Doa ini sangat populer. Tercantum dalam ayat 10.
إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُوا۟ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Ketika para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.”
(Sugeng Purwanto)



