Tsaqofah

Mentraktir: Amalan Sederhana Yang Berpahala Besar

Salafusshalih.com – Dalam ajaran Islam, memberi dan berbagi merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Salah satu bentuk implementasi dari anjuran tersebut adalah dengan mentraktir orang lain. Meskipun terkesan sederhana, mentraktir sejatinya merupakan amalan yang memiliki nilai pahala besar di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Artikel ini akan mengupas tuntas keutamaan mentraktir orang lain berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadis, serta menjelaskan hikmah yang terkandung di dalamnya.

Landasan Anjuran Memberi Makan dalam Islam

Memberi makan, termasuk di dalamnya mentraktir, merupakan amalan yang sangat ditekankan dalam Islam. Hal ini sebagaimana termaktub dalam beberapa dalil berikut:

1. Memberi Makan: Amalan Terbaik dalam Islam

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr Radhiyallahuanhu, Rasulullah Saalallahualaihiwasalam pernah ditanya mengenai amalan terbaik dalam Islam. Beliau menjawab:

 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ؟ قَالَ: “تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ”

Artinya: “Dari Abdullah bin Amr, bahwasanya seseorang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amalan Islam apa yang paling baik?’ Beliau menjawab, ‘Engkau memberi makan, dan engkau mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang tidak engkau kenal.’” (H.R. Muslim)

Hadis ini secara gamblang menunjukkan bahwa memberi makan merupakan salah satu amalan yang utama dan sangat dianjurkan dalam Islam. Mentraktir, yang merupakan bagian dari memberi makan, tentu termasuk dalam kategori amalan yang dimaksud.

2. Jalan Menuju Surga: Tebarkan Salam, Beri Makan, dan Jalin Silaturahmi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Artinya: “Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi, dan salatlah di malam hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

 

Hadis ini mengaitkan amalan memberi makan dengan janji surga. Dengan demikian, mentraktir orang lain bukan hanya sekadar perbuatan baik biasa, melainkan juga merupakan salah satu jalan untuk meraih ridha Allah dan surga-Nya.

3. Sedekah yang Dicintai Allah: Memberi Makan dengan Ikhlas

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Insan ayat 8-9:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

Artinya: “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (Al-Insan: 8-9)

Ayat ini menjelaskan bahwa memberi makan, termasuk mentraktir, merupakan bentuk sedekah yang sangat dicintai Allah, terlebih jika dilakukan dengan ikhlas, semata-mata mengharap ridha-Nya, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia.

Hikmah di Balik Mentraktir

Selain mendapatkan pahala yang besar, mentraktir juga mengandung beberapa hikmah, di antaranya:

  • Mempererat Ukhuwah Islamiyah: Mentraktir dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan kasih sayang antar sesama Muslim.
  • Menumbuhkan Rasa Syukur: Dengan mentraktir, kita diajak untuk bersyukur atas nikmat rezeki yang telah Allah berikan.
  • Meneladani Sifat Dermawan Rasulullah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan dan gemar memberi. Dengan mentraktir, kita telah meneladani salah satu sifat mulia beliau.
  • Membantu Sesama: Mentraktir, terutama kepada orang yang membutuhkan, merupakan bentuk kepedulian dan bantuan sosial yang sangat bermanfaat.
 

Penutup

Mentraktir merupakan amalan yang mulia dan bernilai pahala besar di sisi Allah. Mari kita jadikan mentraktir sebagai bagian dari kebiasaan baik kita, sebagai wujud syukur atas nikmat rezeki, dan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa membimbing kita untuk istiqamah dalam menjalankan amalan-amalan kebaikan. Wallahualambishawab.

(Dwi Nur Hidayat)

Related Articles

Back to top button