Al Qur'an

Ketika Jasad Hancur, Apa Yang Tetap Utuh?

Salafusshalih.com – Setiap manusia pada akhirnya akan kembali ke tanah. Wajah yang pernah tampan, tubuh yang dulu gagah, kulit yang dulu halus, semua akan hancur dan melebur jadi debu.

Tinggal satu yang tersisa: tulang ekor (ʿajbu al-dzanab), benih kecil di ujung tubuh yang darinya Allah membangkitkan manusia pada hari kiamat.

Sebuah pengingat keras: sehebat apa pun kita, tubuh pasti hancur—yang abadi adalah amal.

Jasad Yang Tak Disentuh Bumi

1. Para nabi dan rasul

“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi.”

2. Para syuhada

Allah berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah kamu mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (Ali Imran: 169)

Sejarah mencatat, jasad syuhada Uhud ditemukan tetap segar dan harum meski terkubur bertahun-tahun.

3. Hamba-hamba pilihan Allah

Sebagian ulama dan wali Allah dalam sejarah ditemukan jasadnya utuh. Itu bukan kepastian untuk semua, melainkan karamah dari Allah.

Pelajaran Untuk Kita

Jika tubuh akan hancur, apa yang tersisa dari kita?
Bukan wajah, bukan harta, bukan jabatan. Yang tersisa adalah amal.

  • Nabi dan rasul: mulia karena risalah.

  • Syuhada: harum karena pengorbanan.

  • Hamba saleh: dikenang karena ketaatan.

Sedangkan kita? Jasad hancur, amal yang akan bicara.

Penutup

Kita semua akan kembali ke tanah. Bedanya hanya pada apa yang kita bawa.

Jika iman dan amal kita baik, jasad hancur pun tak masalah—karena jiwa akan disambut rida-Nya.

Jika lalai, maka utuhnya jasad pun tiada guna.

Maka jangan hanya merawat tubuh yang pasti hancur, tapi rawatlah jiwa yang kekal. Karena yang abadi bukan fisikmu, tapi jejak iman dan amalmu.

(Muhammad Hidayatulloh)

Related Articles

Back to top button