Al Qur'an

Pedoman Islam Untuk Menghindari Ancaman Perdukunan

Salafusshalih.com – Dalam bahasa Arab, “dukun” disebut كاهن (kāhin), yakni orang yang mengaku mengetahui hal gaib, sering kali dengan bantuan jin. Istilah lain yang relevan adalah عرّاف (‘arrāf), yaitu peramal atau orang yang mengaku mengetahui hal tersembunyi. Keduanya haram dalam Islam.

Allah Swt. berfirman dalam surah An-Naml ayat 65:

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

“Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara gaib, kecuali Allah.”

Islam melarang keras perdukunan dan menganggapnya sebagai perbuatan syirik (menyekutukan Tuhan). Mempercayai dukun atau paranormal dapat merusak akidah dan membuat ibadah tidak diterima.

Artinya, salatnya tidak mendapat pahala apa pun, meskipun secara hukum gugur kewajibannya.

Saat ini marak dukun yang berdalih sebagai “ulama” dengan mencampuradukkan agama dan kemampuan gaib yang ia klaim miliki, misalnya bisa menyembuhkan penyakit karena mengetahui hal gaib. Banyak orang kemudian mendatanginya, bahkan tidak sedikit yang menjadi korban pelecehan seksual sang dukun.

Berikut adalah pedoman Islam untuk menghindari bahaya perdukunan:

1. Tingkatkan Keilmuan Agama

Ilmu agama yang benar dan murni, berdasarkan Al-Qur’an dan hadis sahih, adalah benteng utama dari perdukunan. Ilmu ini memperkuat tauhid dan mengajarkan bahwa hanya Allah Swt. yang mengetahui hal gaib dan mampu memberi manfaat atau mudarat.

Allah berfirman dalam Al-Baqarah 102:

وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Dan mereka itu (ahli sihir) tidak dapat memberi mudarat kepada siapa pun dengan sihirnya, kecuali dengan izin Allah…”

Ayat ini juga mengandung larangan mempelajari ilmu sihir atau perdukunan.

2. Menghindari Takhayul dan Jimat

Jauhkan diri dari kepercayaan pada takhayul, benda keramat, jimat, atau ramalan bintang yang dianggap membawa keberuntungan atau kesialan. Semua itu bertentangan dengan tauhid.

Tiwalah adalah pelet (pengasihan) yang digunakan pria atau wanita untuk mendapatkan perhatian, termasuk merebut istri atau suami orang lain. Ini termasuk sihir dan hukumnya haram.

3. Tawakal Sepenuhnya Kepada Allah

Sandarkan segala urusan, harapan, dan perlindungan hanya kepada Allah Swt. setelah melakukan ikhtiar yang halal, termasuk mengamalkan zikir pagi dan petang. Allah berfirman dalam Ar-Rum 17:

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ

“Maka bertasbihlah kepada Allah ketika kamu berada di waktu sore dan ketika kamu berada di waktu pagi.”

Yang dimaksud tasbih dalam ayat ini, selain menjaga salat lima waktu, juga memperbanyak zikir yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis sahih.

Dengan memperkuat keimanan dan menjauhi segala bentuk praktik yang dilarang, seorang Muslim dapat membentengi diri dari pengaruh perdukunan. Wallaahualam.

(Ridwan Ma’ruf)

Redaksi

Salafusshalih.com.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan dengan spirit menguatkan agama meneguhkan Indonesia.

Related Articles

Back to top button