Tiga Jemaah Haji Berkuda Dari Spanyol Tempuh 7.000 Kilometer Menuju Makkah
Salafusshalih.com — Tiga jemaah haji asal Spanyol dan satu jemaah asal Maroko menarik perhatian dunia setelah tiba di Arab Saudi dengan cara yang tak biasa: tiga di antaranya menunggang kuda, sementara satu lainnya mendampingi dengan kendaraan. Mereka menempuh perjalanan berminggu-minggu melintasi pegunungan dan gurun, menempuh jarak lebih dari 7.000 kilometer menuju Makkah.
Setelah melewati Suriah dan Yordania, rombongan ini akhirnya memasuki Kerajaan Arab Saudi melalui Gerbang Perbatasan Al Hadithah di Al Qurayyat. Mereka disambut hangat oleh para pejabat setempat yang menyediakan pemeriksaan kesehatan, minuman penyegar, dan buket bunga.
Raut wajah lelah dan debu perjalanan tak mampu menyembunyikan kegembiraan mereka. Video kedatangan yang memperlihatkan ketiganya di atas kuda, sementara satu orang lainnya mengawal dari mobil, viral di media sosial dan menuai kekaguman banyak orang.
“Kami telah tiba di Kerajaan Arab Saudi sekarang. Kami berempat: tiga penunggang kuda dan satu pengemudi mobil asal Maroko yang bersama kami. Demi Allah, rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan saat kami memasuki Arab Saudi pagi ini. Ini adalah perjalanan spiritual, perjalanan keagamaan untuk melaksanakan ibadah haji ke Masjidilharam, insyaallah. Kami berterima kasih kepada semua yang telah membantu kami, kepada negara dan kepolisian yang mendampingi kami,” ujar Abdul Qadir Hykasi, salah satu jemaah asal Spanyol, saat diwawancarai stasiun televisi Al Ekhbariya yang videonya diupload akun X @Almadinahnews.
Rasa kegembiraan dan kebahagiaan terpancar di wajah mereka saat menjejakkan kaki di tanah Saudi setelah perjalanan panjang dan berat selama beberapa bulan.
“Sungguh, Arab Saudi adalah salah satu negara termudah yang kami lewati. Sambutannya sangat baik, dengan hadiah, kegembiraan, dan senyuman. Demi Allah, ini adalah salah satu proses masuk (perbatasan) termudah yang kami alami selama perjalanan,” tambah Abdul Qadir.
Mamdouh Al-Mutairi, Kepala Pos Perbatasan Al Hadithah, yang turut menyambut rombongan tersebut, menyatakan kekagumannya atas semangat para jemaah ini. “Perjalanan ini mencerminkan pengabdian yang murni. Kami merasa bangga dapat menyambut para peziarah yang menunjukkan ketekunan dan komitmen luar biasa seperti ini,” ujarnya, dikutip dari Theislamicinformation.com, Sabtu (3/5/25).
Para relawan lokal turut mengadakan perayaan kecil, menyajikan kopi Arab tradisional dan memberikan panduan bagi rombongan tersebut untuk menuntaskan etape terakhir menuju Makkah.
Kedatangan mereka bertepatan dengan gelombang awal jemaah Haji 2025. Saat sebagian besar jemaah datang melalui jalur udara dan laut, rombongan berkuda ini mengingatkan dunia pada cara-cara klasik yang dulu umum dilakukan para peziarah.
Pihak berwenang Arab Saudi memastikan seluruh jemaah, tanpa memandang cara kedatangan, mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman. Untuk rombongan ini, kebutuhan khusus turut dipenuhi agar perjalanan mereka tetap lancar.
Perjalanan luar biasa ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga napak tilas sejarah. Mereka membangkitkan kembali kenangan cara berhaji pada masa lalu, saat para peziarah menunggang kuda Arab dari tanah Andalusia menuju Makkah di jantung Jazirah Arab.
Di tengah persiapan lebih dari 1,8 juta jemaah untuk Haji 2025, kisah keempat peziarah ini menjadi simbol kekuatan iman, ketekunan, dan warisan spiritual yang melampaui zaman.
(Mohammad Nurfatoni)



