Mujadalah

Setan Dibelenggu, Mengapa Masih Ada yang Bermaksiat di Bulan Ramadhan?

Salafusshalih.com – Ramadan adalah bulan istimewa yang penuh keberkahan. Inilah bulan di mana Allah membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu setan-setan. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Jika telah datang bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

 

Hadis ini mengandung makna mendalam tentang betapa Allah mempermudah umat-Nya untuk meraih ampunan dan rahmat-Nya di bulan suci ini.

Mengapa Pintu Surga Dibuka dan Setan Dibelenggu?

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan bahwa pintu-pintu surga dibuka karena banyaknya amal saleh yang dilakukan oleh orang-orang beriman. Sedangkan pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh mereka yang berpuasa dengan iman dan keikhlasan.

Adapun setan-setan yang dibelenggu, ini menunjukkan bahwa pengaruh mereka terhadap orang beriman semakin melemah di bulan Ramadan.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)

Kenapa Masih Ada yang Bermaksiat di Bulan Ramadan?

Meski setan dibelenggu, manusia masih memiliki hawa nafsu dan kebiasaan buruk yang tertanam sebelum Ramadan. Jika seseorang tetap melakukan maksiat di bulan ini, bisa jadi karena pengaruh hawa nafsunya sendiri atau akibat kebiasaan yang sudah mendarah daging. Oleh karena itu, bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk melatih diri meninggalkan kebiasaan buruk dan memperbanyak amal kebaikan.

Maka, mari bersegera dalam kebaikan! Rasulullah ﷺ bersabda:

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ صَبْحَةً، فَهَلْ تَنْتَظِرُونَ إِلَّا فَقْرًا مُنْسِيًا، أَوْ غِنًى مُطْغِيًا، أَوْ مَرَضًا مُفْسِدًا، أَوْ هَرَمًا مُفَنِّدًا، أَوْ مَوْتًا مُجْهِزًا، أَوْ الدَّجَّالَ فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ، أَوْ السَّاعَةَ فَالسَّاعَةُ أَدْهَى وَأَمَرُّ

“Bersegeralah melakukan amal saleh sebelum datang musibah. Apakah kalian menunggu kemiskinan yang melupakan, kekayaan yang menyesatkan, sakit yang merusak, usia tua yang melemahkan, kematian yang menyudahi segalanya, atau Dajjal (yang fitnahnya amat besar) atau Kiamat (yang lebih dahsyat dan pahit)?” (H.R. Tirmidzi)

Maka, jangan sia-siakan bulan penuh rahmat ini. Jadikan Ramadan sebagai momentum perubahan dan peningkatan kualitas iman: Perbanyak tilawah Al-Qur’an; perbanyak salat malam dan zikir; perbanyak sedekah dan kebaikan; jaga lisan, pandangan, dan hati dari dosa.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang meraih keberkahan Ramadan dan keluar dari bulan ini dengan hati yang bersih serta jiwa yang lebih bertakwa.

اللهم بلغنا رمضان، وأعنَّا على صيامه وقيامه، واجعلنا فيه من المقبولين

(Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadan, bantu kami untuk berpuasa dan beribadah di dalamnya, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang diterima amalnya.)

(Mohammad Nurfatoni)

Related Articles

Back to top button