Mujadalah

Evolusi Tanah Suci: Perpaduan Spiritual, Ekonomi, dan Teknologi

Salafusshalih.com – Dari tahun ke tahun, banyak perubahan serta pengembangan sarana dan prasarana di Makkah dan Madinah. Namun, tata cara ibadah haji dan umrah tetap sama sesuai petunjuk para ulama.

Perluasan Sarana Ibadah

Dengan meningkatnya jumlah jemaah haji dan umrah, Pemerintah Arab Saudi terus melakukan perluasan dan modernisasi sarana ibadah.

  • Tawaf: Tersedia empat lantai yang dapat digunakan.
  • Sai: Memiliki enam lantai, dengan fasilitas mobil golf di lantai 4, 5, dan 6. Tarifnya 50 riyal per orang, sementara untuk pembimbing sekitar 250 riyal per kelompok mobil golf.
  • Raudah dan Ziarah: Pendaftaran kini menggunakan aplikasi digital, sehingga lebih tertib dan nyaman saat berdoa di Raudah. Untuk mencium Hajar Aswad dan masuk ke Hijir Ismail masih belum diatur secara optimal.
  • Tempat Ziarah: Sarana dan pelayanan di tempat-tempat ziarah juga terus ditingkatkan, termasuk di Jabal Rahmah, Jabal Tsur, Padang Arafah, Muzdalifah, Jamarat, Mina, Jabal Uhud, Kebun Kurma, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, serta area sekitar Masjid Nabawi.

Sarana Akomodasi dan Wisata

Hotel-hotel terus dibangun dalam skala besar, mulai dari bintang lima, empat, hingga tiga. Dengan sistem digital yang semakin berkembang, pelayanan menjadi lebih cepat.

Sarana wisata juga semakin diperhatikan. Jalur pedestrian dan mobil golf menghubungkan Masjid Nabawi dengan Masjid Quba, dengan tarif 15 riyal sekali jalan. Selain itu, kawasan wisata Taif juga semakin dikembangkan.

Transportasi Modern

Sektor transportasi di Arab Saudi mengalami kemajuan pesat:

  • Kereta Cepat Haramain High Speed Railway: Menghubungkan Makkah-Jeddah-Madinah dengan kecepatan 300 km/jam, waktu tempuh 2 jam 30 menit. Tarif kelas bisnis 362 riyal (Rp 1,6 juta) dan ekonomi 172 riyal (Rp 800.000).
  • Jalan Layang dan Terowongan: Kota Makkah dan Madinah kini memiliki jalan layang serta terowongan yang menembus gunung, dilengkapi penerangan, penghijauan, dan estetika kota yang semakin modern.

Berkah dan Amanah

Keberadaan Masjidil Haram dengan Ka’bah serta Masjid Nabawi dengan makam Rasulullah merupakan berkah luar biasa bagi Arab Saudi.

Sebagai penjaga dua kota suci, pemerintah Arab Saudi memiliki amanah besar untuk menjaga dan mengembangkan Tanah Suci. Pemeliharaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi membutuhkan dana serta sumber daya yang luar biasa, termasuk pasokan energi listrik yang besar.

Pengembangan Sektor Ekonomi

Menyadari tanggung jawab yang besar, Pemerintah Arab Saudi yang dulu mengandalkan produksi minyak kini mulai mencari sumber pendapatan lain. Bersamaan dengan menipisnya cadangan energi fosil, Vision 2030 menjadi momentum pengembangan negara.

Pendapatan non-migas terus diupayakan melalui pembangunan sarana ekonomi seperti pusat perbelanjaan, wisata, hotel, jalan, transportasi, perdagangan, dan sebagainya.

Perdagangan semakin terbuka, dengan banyak merek branded memasuki pasar Arab Saudi. Jemaah haji dan umrah juga menjadi bagian dari strategi peningkatan pendapatan negara, dengan segmentasi layanan mulai dari kelas ekonomi hingga eksklusif bisnis, ultima bisnis, dan priority bisnis.

Segmentasi ini sejalan dengan Teori Hirarki Maslow, yang menyebutkan bahwa salah satu kebutuhan manusia adalah aktualisasi diri. Hal ini dioptimalkan oleh para pebisnis. Biro umrah terus berkembang di berbagai negara dengan keunggulan masing-masing.

Namun, dalam ibadah, tidak ada diskriminasi antara kelas ekonomi dan bisnis. Di hadapan Allah Swt., semua jemaah adalah sama.

Penutup

Menurut Imam Ghazali, kelak ada tiga golongan orang yang pergi ke Tanah Suci:

  1. Mereka yang benar-benar beribadah.
  2. Mereka yang ingin pencitraan.
  3. Mereka yang sekadar bertamasya.

Semua sudah tersedia. Selanjutnya, tergantung niat masing-masing.

Negara Arab Saudi diibaratkan sebagai negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur—negeri yang damai dengan rakyat yang bahagia karena keberkahan yang ada di dalamnya.

Semoga Indonesia dengan pemimpin baru—presiden, gubernur, bupati, dan walikota—dapat menjadikan negeri ini gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo: negeri yang makmur, subur, damai, dan penuh keberkahan.

(dr. Mohamad Isa)

Related Articles

Back to top button