Khusyuk Intrinsik dan Ekstrinsik
Salafusshalih.com – Salat adalah ibadah terpenting. Ibadah ini merupakan amal pertama kali yang akan dihisab di akhirat.
Kalau salatnya bagus ibadah yang lain dinilai bagus. Kalau salatnya banyak cacat ibadah yang lain dihisab lebih teliti dan detail.
Salat yang kita lakukan harus khusyuk. Mereka itulah orang beruntung. Allah berfirman: Sungguh beruntung orang beriman. Yaitu yang salatnya khusyuk. Surah Al-Mu’minun ayat 1-2.
Menurut pendapat ulama syarat khusyuk ada tiga macam. Pertama ingat kepada Allah mulai dari takbiratul ihram sampai salam.
Kedua, memahami makna yang dibaca. Dan ketiga, khusyuk itu mewujudkan pesan-pesan yang dibaca ke dalam kehidupan sehari-hari.
Pendapat lain mengatakan bahwa khusyuk itu ada dua macam.Yaitu khusyuk dalam salat alias khusyuk instrinsik dan khusyuk di luar salat atau ekstrinsik.
Orang yang khusyuk ekstrinsik, artinya dalam hidup semua perbuatannya dijiwai nilai dan pesan salat.
Orang yang salatnya khusyuk bisa dipastikan perbuatannya baik. Salat, kata Al-Qur’an mencegah perbuatan keji dan munkar. Surah Al-Ankabut: 45.
Bertentangan
Ada pertanyaan yang sering mengemuka. Mengapa orang sudah menunaikan salat tetapi masih korupsi, maksiat, atau perbuatannya bertentangan dengan pesan salatnya.
Hal itu karena hanya mengejar salat khusyuk intrinsik. Bacaan salatnya tidak mewarnai perbuatannya.
Mereka lupa yang harus diraih khusyuk ekstrinsik. Yaitu khusyuk di luar salatnya.
Mengacu pada firman Allah, salat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Mereka yang khusyuk ekstrinsik pasti terhindar dari perbuatan yang melanggar ketentuan agama.
Menjaga hati agar bisa khusyuk merupakan keniscayaan. Salah satu kuncinya menghayati bacaan dan amalan salat.
Cara lain berwudulah secara benar, dan penuh penghayatan sehingga ketika membasahi bagian tubuh bukan sekadar membasahi tetapi menyucikan.
Dengan kebiasaan menyucikan tubuh, maka hidupnya terjaga. Perbuatannya selalu suci.
Agar khusyuk, jaga salat secara disiplin, terutama soal waktu. Upayakan salat tepat waktu. Sabda Nabi,”Asshalatu ala waqtiha.” Salatlah tepat waktu.
Satu lagi agar salat bisa khusyuk anggap salat yang dilaksanakan merupakan yang terakhir dalam hidup. Setelah itu kita mati.
(Suharyo AP)



