Mujadalah

Hidup Terasa Hampa padahal Punya Segalanya, Kenali Gejala dan Solusinya!

Salafusshalih.com – Tahukah kita bahwa sesungguhnya perasaan hampa dapat mengenai siapa pun. Ia muncul dalam bentuk perasaan kosong, mati rasa secara emosional, kehilangan motivasi, dan ketidakmampuan merasakan kebahagiaan, meskipun secara lahiriah seseorang mungkin memiliki segalanya.

Allah Ta‘ala berfirman dalam Surah At-Takasur ayat 1–2:

أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ۝ حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”

 

Perasaan Hampa

Secara umum, gejalanya meliputi: kehilangan minat, merasa terisolasi, dan kelelahan mental serta fisik tanpa sebab yang jelas (languishing).

Nabi Saw. bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ وَالدُّنْيَا أَكْبَرُ هَمِّهِ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ، وَأَلْزَمَ اللَّهُ قَلْبَهُ أَرْبَعَ خِصَالٍ: هَمًّا لَا يَنْقَطِعُ عَنْهُ أَبَدًا، وَشُغْلًا لَا يَتَفَرَّغُ مِنْهُ أَبَدًا، وَفَقْرًا لَا يَبْلُغُ غِنَاهُ أَبَدًا، وَأَمَلًا لَا يَبْلُغُ مُنْتَهَاهُ أَبَدًا

“Barang siapa bangun pagi dan dunia menjadi keinginan terbesarnya, maka ia tidak mendapatkan apa pun dari Allah. Dan Allah menanamkan empat penyakit dalam dirinya: (1) kebingungan yang tidak pernah putus, (2) kesibukan yang tidak pernah selesai, (3) kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi, dan (4) khayalan yang tidak pernah berujung.”

Setidaknya ada tiga hal sebagai solusi bagi seseorang yang hatinya merasa hampa padahal memiliki segalanya, yaitu:

1. Sering Menghadiri Majelis Ilmu

Selain berpahala dan bertemu banyak teman, seseorang akan memperoleh nasihat yang meneduhkan dari ustaz yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunah. Hasilnya, hati akan merasakan sakinah (ketenangan).

Nabi Saw. bersabda:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (Muslim, No. 2699)

2. Semangat Berbuat Kebaikan

Dorongan hati yang kuat dan tulus untuk melakukan segala perbuatan baik sesuai syariat.

Nabi Saw. bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجِزْ

“Bersungguh-sungguhlah pada perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kamu bersikap lemah.” (Muslim)

3. Senantiasa Bersyukur

Menggunakan nikmat untuk menjaga ketaatan kepada Allah Ta‘ala.

Nabi Saw. bersabda:

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

“Barang siapa tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri yang banyak.” (Ahmad)

Penutup

Secara keseluruhan, kehidupan seseorang dapat terasa hampa meskipun memiliki cukup harta. Hal itu menunjukkan bahwa kelimpahan materi tidak menjamin kebahagiaan.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan manusia untuk mencari makna dan tujuan hidup, membangun hubungan yang sehat, serta mengelola emosi dengan baik. Wallāhualam.

(Ridwan Ma’ruf)

Related Articles

Back to top button