Makna Tersembunyi di Balik Rambut Beruban
Salafusshalih.com – Menurut Al-Qur’an dan hadis, uban memiliki makna sebagai pengingat akan ajal dan dunia yang sementara. Uban juga merupakan tanda kewibawaan dan kedewasaan yang seharusnya disikapi dengan mempersiapkan bekal diri untuk menghadap Allah Swt. dengan memperbanyak amal saleh.
Allah Ta’ala berfirman dalam Fathir 37:
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِير
“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.”
Sebagian ulama tafsir memaknai kalimat: “Dan apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan?” pada ayat di atas sebagai rambut uban di kepala.
Uban juga mengingatkan kita agar tidak tamak terhadap dunia karena kesehatan fisik dan anggota badan mengalami banyak penurunan atau lemah tidak berdaya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Ar-Rum 54:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”
Dari ayat di atas terdapat keterangan bahwa atas kuasa Allah setiap manusia akan melalui tahapan: dari kuat sedikit demi sedikit menjadi lemah kembali, tua, dan pikun.
Uban dianggap sebagai tanda dekatnya ajal dan usia tua, sebagaimana terlihat dari melemahnya penglihatan, pendengaran, dan membungkuknya punggung.
Larangan Mencabut Uban
Mencabut uban sama dengan kehilangan cahaya pada hari kiamat. Sabda Nabi Saw.:
لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ إِلَّا كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (Sahih H.R. Abu Daud dan An-Nasa’i)
Kesimpulan
Di balik rambut beruban terkandung makna, yaitu mendorong kita semakin taat menjalankan ibadah, menjauhi larangan-Nya, dan bersikap bijak dalam urusan dunia. Sabda Nabi Saw.:
وَإِنَّهُ لَا يَزِيْدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا
“Bahwa tidaklah usia seorang mukmin itu bertambah pada dirinya kecuali akan menambah kebaikan.” (H.R. Muslim, No. 2682). Wallahualambisawab.
(Ridwan Ma’ruf)



