Hadis

Saat Pemimpin Zalim Berkuasa, Bagaimana Sikap Seorang Mukmin?

Salafusshalih.com – Rasulullah Saw. bersabda, “Kalian akan menjadi khalifah-khalifah, lalu kalian menjadi banyak.” Para sahabat bertanya, “Lalu apakah yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi bersabda, “Penuhilah baiat kepada yang pertama, kemudian yang selanjutnya. Berikanlah hak mereka, karena Allah akan menghisap mereka tentang apa yang harus mereka pimpin.” (Bukhari No. 345 dan Muslim No. 1842 secara marfuk).

Taat kepada Pemimpin Zalim dalam Kebenaran yang Diperintahkan

Nabi bersabda, “Sungguh sepeninggalku nanti akan ada pemimpin yang hanya mementingkan diri dan hal-hal yang tidak kamu terima.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana engkau perintahkan kepada orang yang menjumpai masa itu di antara kami?”

Rasulullah Saw. bersabda, “Kalian tunaikan apa yang menjadi kewajiban kalian, lalu kalian minta kepada Allah apa yang menjadi hak kalian.” (Bukhari No. 3603 dan Muslim No. 1843 dari Anas secara marfuk).

Rasulullah Saw. juga bersabda kepada Hudzaifah, “Sepeninggalku nanti akan ada pemimpin-pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak mengikuti sunahku. Di antara mereka akan ada orang-orang yang hati mereka adalah hati setan dalam tubuh manusia.” Hudzaifah bertanya, “Apa yang harus saya lakukan apabila saya menjumpai keadaan itu?” Rasulullah menjawab, “Engkau harus taat dan patuh. Meskipun dia memukul punggungmu dan merampas hartamu, maka taat dan patuhlah.” (Muslim No, 1847).

Salmah bin Yazid Al-Ja’fi berkata, “Wahai Nabiyullah, bagaimana pendapatmu jika kami dipimpin oleh para pemimpin yang meminta hak mereka dan menghalangi hak-hak kami?” Rasulullah Saw. menjawab, “Taatlah dan patuhlah, karena kalian hanya memikul apa yang menjadi tanggung jawab kalian dan mereka memikul apa yang menjadi tugas mereka.” (HR. Muslim 1846 dari Wa’il bin Hajar secara marfu’).

Apabila engkau diperintah oleh pemimpin zalim untuk melakukan sesuatu yang wajib ditaati, maka taatlah, karena dengan demikian engkau patuh kepada Tuhanmu, bukan kepada orang yang mengajakmu. Hal itu karena tidak ada hukum kecuali hukum Allah dan tidak ada perintah kecuali karena Allah.

Jika pemimpin itu mengajakmu untuk melanggar perintah Tuhanmu dan ia tidak memaksamu, maka janganlah engkau taati dan patuhi. Jika ia memaksamu untuk melakukan perbuatan melanggar itu, seperti melakukan zina, membunuh, dan sodomi, maka tidak ada kewajiban taat dan patuh.

Jika perintah itu merupakan sesuatu yang dibolehkan dalam keadaan terpaksa, maka tidak ada masalah untuk melaksanakan apa yang diserukannya kepadamu. Jika engkau tidak menyukai perbuatan-perbuatan pemimpin ini, tetapi engkau tidak mampu menolak, maka engkau mendapat pahala karena membenci perbuatan itu, sebab engkau membencinya demi mengagungkan Allah dan mengagungkan perintah-Nya.

(Muhammad Damanhuri)

Redaksi

Salafusshalih.com.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan dengan spirit menguatkan agama meneguhkan Indonesia.

Related Articles

Back to top button