Ulul Amri

Palestina Tanah Warisan Perjuangan Para Nabi

Salafusshalih.com – Palestina mengacu pada status teologis, historis, dan spiritual sejarahnya memiliki ketangguhan luar biasa. Rakyatnya mewarisi semangat perjuangan para nabi yang menolak menyerah meski berada di bawah serangan kekuatan asing.

Karakteristik bangsa Palestina yang bertahan, meskipun rumah mereka dihancurkan, dibombardir, atau dibatasi ruang geraknya. Mereka menganggap martabat dan hak atas tanah air jauh lebih berharga daripada kenyamanan. Mulai dari serangan bangsa Babilonia, Persia, Romawi, hingga kini Zionis Israel.

Dalam istilah Islam, Palestina dipandang sebagai bumi ribath. Tanah perjuangan/penjagaan. Muawiyah bin Abi Sufyan berkata,”Saya mendengar Rasulullaah Shalallaahu alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَزَالُ مِنْ أُمَّتِيْ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ بِأَمْرِ اللّهِ لاَيَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَ لاَ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَ هُمْ عَلَى ذَلِكَ , فَقَالَ مَالِكُ بْنُ يَخَامِرَ قَالَ مُعَاذٌ وَهُمْ بِالشَّامِ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ هَذَا مَالِكٌ يَزْعُمُ أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاذًا يَقُوْلُ وَهُمْ بِالشَّامِ

Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang menegakkan agama Allah, orang-orang yang memusuhi mereka ataupun tidak mau mendukung mereka sama sekali tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka. Demikianlah keadaannya sampai akhirnya datang urusan. Malik bin Yakhamir menyahut,”Muadz bin Jabal mengatakan, mereka berada di Syam.” Muawiyah berkata,”Lihatlah, ini Malik menyebutkan bahwa ia telah mendengar Mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa kelompok tersebut berada di Syam.” (Sahih – Bukhari dan Muslim)

Spirit Perlawanan

Yang dimaksud negeri Syam dalam hadis itu adalah wilayah Palestina, Suriah, Lebanon hingga Yordania saat ini. Berdasarkan hadis dari Abu Umamah ra, ia berkata,”Rasulullaah Shalallaahu alaihi wa sallam bersabda:

لاَتَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ لَعَدُوِّهِمْ قَاهِرِيِنَ  لاَيَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَفَهُمْ إَلاَّ مَا أَصَابَهُمْ مِنْ لأْوَاءَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَ هُمْ كَذَلِكَ , قَالُوْا يَارَسُوْلَ اللَّهِ وَ أَيْنَ همْ قَالَ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ وَ أَكْنَافِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ

Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berada di atas kebenaran, mengalahkan musuh-musuhnya, dan orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka kecuali sedikit musibah semata. Demikianlah keadaannya sampai akhirnya datang urusan Allah Ta’ala. Para sahabat bertanya,”Wahai Rasulullaah, di manakah kelompok tersebut?” Rasulullaah Shalallaahu alaihi wa sallam berkata,”Mereka berada di Baitul Maqdis dan Serambi Baitul Maqdis.”

Dari hadis ini terkandung makna, bahwa negeri Palestina tidak akan pernah sepi dari peperangan antara kaum muslimin dengan Israel, mulai aksi penghancuran infrastruktur dan pembantaian masyarakat Palestina oleh Zionis Israel. Anak-anak, orang tua, dan wanita dibunuh, bahkan fasilitas rumah sakit, rumah hunian penduduk, dan gedung-gedung sekolah diluluhlantakkan dengan bom.

Namun hal itu tidak membuat masyarakat Palestina lenyap dari buminya. Musuh-musuh yang menjajah tidak bisa menaklukkan warganya. Pasti ada segelintir umat yang bertahan mempertahankan negeri Palestina ini. Ini merujuk buku Negeri-Negeri Akhir Zaman karya Abu Fatiah Al Adnani.

Palestina Negeri Ribath Sampai Akhir Zaman

Wilayah Syam dijanjikan oleh Rasulullah Saw sebagai tempat siaga atau bertahan di jalan Allah (pertahanan garis depan) bagi kaum muslimin melawan kebatilan hingga akhir zaman.

Tentara Israel yang menghancurkan dan memusnahkan warga Palestina adalah respons seruan Hakham Ovadia Joseph (1920–2013) seorang cendekiawan Talmud, ahli hukum Yahudi (posek), dan mantan Kepala Rabi Yahudi Sefardi.

Dia juga pemimpin kaum Yahudi Oriental di seluruh dunia dan pemimpin gerakan SAS –kelompok radikal di Israel – yang disampaikan pada 19 April 2001 dengan bersandar pada teks Taurat:

“ (24) Tumpahkanlah amarahMu ke atas mereka, dan biarkanlah murkaMu yang menyala-nyala menimpa mereka. (25) Biarlah perkemahan menjadi sunyi, dan biarlah kemah-kemah mereka tidak ada penghuninya …..” (29) Dan biarlah mereka dihapuskan dari kitab kehidupan…..” (Mazmur 69 : 25-29)

Maknanya, Hakham berdoa kepada Tuhannya, agar menghukum bangsa Arab dan membinasakan keturunan mereka, juga menghancurkan, menundukkan, dan menghapus mereka dari muka bumi. Keterangan ini merujuk buku Konspirasi Armageddon tulisan Dr. M. Al-Husaini Ismail.

Tafsiran Mazmur 69: 25-29 oleh Hakham Ovadia Joseph itu tidak akan menimpa negeri Palestina. Karena faktor geografis dan keutamaan lainnya yang telah dinubuwahkan oleh Nabi Saw sebagai negeri yang paling unik.

Negeri yang penduduknya memiliki keimanan dan daya juang yang sangat tinggi melawan penjajah Israel. Hanya bersenjata ketapel batu (intifadah) berani melawan pasukan Israel yang bersenjatakan modern.

Seperti wilayah Gaza yang luluh lantak akibat blokade dan serangan bom bertahun-tahun, faktor keimanan dan perlawanan rakyat tetap memiliki daya juang yang tinggi untuk bertahan.

Palestina bukan sekadar wilayah geografis, melainkan simbol ribath atau kesiapsiagaan membela agama. Makna tak terkalahkan mencerminkan keyakinan spiritual bahwa tanah ini akan selalu melahirkan generasi yang teguh mempertahankan kebenaran, meskipun menghadapi penindasan yang berat.

Upaya apa pun untuk menghapus identitas Islam dari tanah ini bakal menemui kegagalan. Wallahu ’alam bishawab.

(Ridwan Ma’ruf)

Redaksi

Salafusshalih.com.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan dengan spirit menguatkan agama meneguhkan Indonesia.

Related Articles

Back to top button