Al Azhar Kecam Serangan Drone Yang Menyasar Madinah

Salafusshalih.com – Al-Azhar Al-Sharif di Mesir mengecam keras serangan drone yang dilaporkan menyasar stasiun distribusi listrik di Madinah, Arab Saudi, pada Selasa (29/9/2026). Lembaga keagamaan Islam itu menilai serangan tersebut mengancam keamanan kota suci serta keselamatan warga dan pengunjung Masjid Nabawi.
Kecaman tersebut disampaikan pada Jumat (2/10), setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menuduh kelompok Houthi di Yaman sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataannya yang dilansir SANA pada 2 Oktober 2026, Al-Azhar menegaskan bahwa ancaman terhadap Madinah bertentangan dengan kehormatan tempat-tempat suci dalam Islam.
Lembaga yang berbasis di Kairo itu menyebut serangan terhadap kota tempat Masjid Nabawi berada sebagai tindakan yang melukai perasaan umat Islam di berbagai penjuru dunia. Al-Azhar juga menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi serta menolak segala tindakan yang mengancam keamanan dan integritas wilayah kerajaan tersebut.
Menurut Al-Azhar, perlindungan terhadap Madinah bukan semata persoalan keamanan Arab Saudi. Keamanan kota, penduduk, serta para pengunjung Masjid Nabawi juga berkaitan dengan penghormatan terhadap salah satu tempat paling penting dalam Islam.
Koalisi Saudi Tuduh Houthi
Sebelumnya, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan stasiun distribusi listrik Taibah di Madinah diserang drone sekitar pukul 05.11 waktu setempat pada Selasa (29/9). Menurut koalisi, fasilitas tersebut memasok listrik untuk Masjid Nabawi. Serangan itu dilaporkan menyebabkan satu transformator tidak dapat beroperasi, tetapi tidak mengganggu jaringan listrik secara keseluruhan.
Koalisi menyatakan kesimpulan tersebut berdasarkan pemeriksaan operasional serta puing-puing drone yang ditemukan di lokasi. Mereka kemudian menuduh Houthi sebagai pihak yang melancarkan serangan. Namun, tuduhan tersebut dibantah Houthi. Mengutip laporan Reuters yang dimuat sejumlah media internasional, sumber militer kelompok tersebut menyebut tuduhan itu sebagai kebohongan dan menuding Riyadh berupaya mengalihkan perhatian dari tuduhan sebelumnya mengenai upaya menyerang Makkah.
Respons Al-Azhar sejalan dengan perhatian sejumlah organisasi dan pemerintah di kawasan terhadap keamanan fasilitas vital di sekitar tempat-tempat suci. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas vital di Madinah merupakan eskalasi berbahaya serta pelanggaran terhadap kehormatan tempat suci.
Al-Azhar menyerukan agar keamanan Madinah tetap dijaga, terutama keselamatan penduduk dan para pengunjung Masjid Nabawi. Lembaga tersebut menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap kota suci memiliki dampak yang melampaui persoalan keamanan regional karena menyentuh penghormatan umat Islam terhadap tempat-tempat suci.
(Ahmad Fairozi)

