Fikih

Dzikir Sesudah Shalat

Salafusshalih.com – Ibadah salat fardu memiliki waktu yang telah ditetapkan dan tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun, sekaligus menekankan pentingnya senantiasa zikir kepada Allah dalam segala situasi lapang, sempit, maupun di tengah medan perang.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam surah An-Nisa’ ayat 103.

فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah fardu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Ayat ini diturunkan sebagai kelanjutan dari panduan salat khauf (salat dalam kondisi takut saat perang) pada ayat sebelumnya. Dan ayat ini juga  sebagai dasar perintah berzikir dan doa selesai melaksanakan salat fardu. Zikir artinya mengingat Allah.

Dzikir Sesuai Ajaran Nabi

Cara zikir yang diajarkan Nabi Muhammad seperti ini.

Pertama, Membaca Istigfar Tiga Kali

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ , أَسَتَغْفِرُ اللَّهَ , أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Aku mohon ampunan kepada Allah. ( HR Ahmad )

Kedua, Mengucapkan Allaahumma Antas Salaam..

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَ مُ وَ مِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَاذَا الْجَلاَلِ وَ اْلإِكْرَامِ

Ya Allah Engkaulah yang Maha Keselamatan, dan dariMu juga Keselamatan, Maha Banyak berkahMu , wahai Tuhan Pemilik Keagungan, dan Kemuliaan. (HR At-Tirmidzi)

Ketiga, dilanjutkan mengucapkan zikir di bawah ini sebanyak sepuluh kali setelah salat fardu Magrib dan Subuh.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ حْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ , لَهُ الْمُلكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْرِ يُحْيِيْ وَ يُمِيْتُ , وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٌ

Tidak ada Tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah. Tidak ada sekutu bagiNya dan bagiNya segala kekuasaan dan Dia memiliki segala pujian di tanganNya segala kebaikan. (Dia) yang Maha Menghidupkan dan Mematikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatunya.  (HR Ahmad)

Keempat, setelah membaca zikir tadi, kemudian membaca bacaan doa sebanyak tujuh kali sebagaimana bacaan doa di bawah ini.

Khusus selesai salat Magrib

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ, اَللَّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ

Ya Allah aku mohon kepadaMu (diberi) surga, ya Allah lindungilah aku dari siksa api neraka. (HR Ahmad)

Khusus selesai salat Subuh.

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ

Ya Allah lindungilah aku dari siksa api neraka. (HR Ahmad)

Kelima, membaca bacaan zikir di bawah ini

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ حْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ , لَهُ الْمُلكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٌ , لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ , وَ لاَنَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ , لَهُ النِّعْمَةُ , وَ لَهُ الْفَضْلُ , وَ لَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ , لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ  مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَ لَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kekuasaan, dan bagiNya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan berada pada Allah semata. Tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah. Dan kami tidak menyembah melainkan hanya kepadaNya saja. Dan Dia memiliki segala segala nikmat, dan Dia yang memiliki segala pujian yang indah. Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah saja dengan mengikhlaskan agama kepadaNya, walaupun orang-orang kafir membenci.  (HR Muslim )

Keenam, Membaca zikir, sebagaimana di bawah ini

اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَ لاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَ لاَيَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Ya Allah, tidak ada satupun yang menghalangi apa saja yang Engkau berikan. Dan tidak ada satupun yang dapat memberi apa saja yang Engkau halangi. Dan kekayaan itu tidak berguna bagi pemiliknya (untuk menyelamatkan diri) dari (siksaan) Mu. (HR Ahmad)

Ketujuh, membaca ayat Kursi

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّٱلْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya, Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al-Baqarah: 255)

Kedelapan, membaca doa sebagaimana di bawah ini.

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah, tolonglah aku dalam mengingatMu dan bersyukur kepadaMu, dan melakukan ibadah yang baik kepadaMu. (HR Abu Dawud, An-Nasa’i, Ahmad, dan Al Hakim)

Kesembilan, membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir masing-masing  Tiga Puluh Tiga Kali.

سُبْحَانَ اللَّهِ , اَلْحَمْدُ لِلَّهِ , اَللَّهُ أَكْبَرُ

Maha Suci Allah (33x),  Segala Puji Bagi Allah (33x), Allah Maha Besar (33x). (HR Muslim dan Ahmad)

Kemudian diteruskan dengan membaca bacaan dibawah ini :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ حْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ , لَهُ الْمُلكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٌ

Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah saja tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kekuasaan, dan bagiNya segala puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.

Kesepuluh, membaca doa di bawah ini.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَ أَعُوْذُبِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari sifat pengecut, aku berlindung kepadaMu dari usia pikun, aku berlindung kepadaMu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur. (Ditakhrijkan oleh Al-Bukhari, Kitab Ad Da’wat. IV : 70).

Kesebelas, membaca al-Mua’wwidzaat (Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas ).

عَنْ عُقْبَتةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ : أَمَرَنِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : ” أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ ”

Diriwayatkan dari ‘Uqbah Ibnu Amir, ia berkata: Rasulullaah Saw menyuruhku untuk membaca surah Al-Muawwidzaat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas) setiap selesai salat. (HR. Abu Dawud, An-Nasaa’i, dan Ahmad)

Bacaan zikir dan doa selesai salat fardu Zuhur, Asar, dan  Isya cukup berzikir nomor 1 , 2, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11 sebagaimana tercantum di atas. Tidak wajib dibaca seluruhnya, serta tidak harus berurutan.

Apa yang dikemukakan di atas berasal dari hadis-hadis Nabi Saw yang menerangkan, Rasulullaah Saw zikir dan doa setelah salat fardu.

Wallaahu alamu bishshawwab.

(Ridwan Ma’ruf)

Redaksi

Salafusshalih.com.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan dengan spirit menguatkan agama meneguhkan Indonesia.

Related Articles

Back to top button