Hidup Ini Mudah, Mengapa Harus Dipersulit?
Salafusshalih.com – Seringkali, kita membuat hal-hal yang seharusnya mudah menjadi terasa sulit. Seperti halnya seseorang yang terjebak dalam pinjaman online (pinjol) atau penggunaan kartu kredit. Biasanya, mereka tergoda dengan janji pinjaman besar dengan cicilan ringan atau berharap memperoleh kekayaan secara instan.
Pada akhirnya, banyak dari mereka yang tidak mampu membayar hutang yang jatuh tempo karena besarnya hutang pokok, ditambah bunga keterlambatan. Akibatnya, mereka terpaksa menjual rumah untuk melunasi hutang. Keluarga pun menjadi korban; mereka kehilangan tempat tinggal, anak-anak terancam putus sekolah, bahkan tak jarang berujung pada perceraian.
Contoh seperti ini mengingatkan kita pada firman Allah Ta’ala dalam Surah An-Nisa’ ayat 79:
مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا
“Segala kebaikan yang menimpamu adalah dari Allah, dan segala keburukan yang menimpamu adalah dari dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada umat manusia, dan cukup Allah sebagai saksi.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa segala kebaikan datangnya dari Allah, sedangkan kesulitan dan keburukan yang terjadi dalam hidup adalah akibat dari kesalahan kita sendiri. Kita bertanggung jawab atas segala perbuatan kita.
Allah Ta’ala Menginginkan Kemudahan bagi Kita
Sebagai ciptaan Allah, kita telah menerima banyak kenikmatan yang diberikan secara cuma-cuma. Untuk menjaga keseimbangan hidup, Allah menurunkan syariat Islam sebagai petunjuk hidup yang penuh rahmat. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:
يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ
“Allah menginginkan kemudahan bagi kalian, dan tidak menginginkan kesukaran bagi kalian.”
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala ingin mempermudah segala urusan kita, memberikan kemudahan dalam mencapai ridha-Nya, dan menghindarkan kita dari kesulitan yang tidak perlu.
Tiga Hal yang Dapat Membuat Hidup Lebih Mudah
Terdapat beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meraih kemudahan hidup dan menjauhi kesulitan. Berikut adalah tiga langkah sederhana yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Perbaiki Salatmu
Salat yang khusyuk dan penuh perhatian akan membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup. Allah berfirman dalam Surah Al-Mu’minun 1-2:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.”
Fokus dalam beribadah hanya untuk mencari rida Allah dan merasa tenang karena penuh rasa syukur akan membawa kebahagiaan.
2. Hidup Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan
Islam mengajarkan kita untuk bijak dalam mengelola keuangan. Belanjakan uang hanya untuk hal-hal yang benar-benar dibutuhkan, bukan karena keinginan semata. Dalam Surah Al-Isra 27, Allah berfirman:
إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan, dan syaitan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak berlebihan dalam pengeluaran, tetapi menyesuaikannya dengan kebutuhan yang diperlukan.
3. Jangan Berbuat Zalim
Jika kita ingin hidup mudah, hindarilah segala bentuk kezaliman. Allah dan Rasul-Nya menegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari:
اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
“Takutlah engkau terhadap doa orang yang dizalimi, karena tidak ada penghalang antara doa mereka dan Allah.”
Jangan sampai kita menzalimi diri sendiri maupun orang lain, karena doa orang yang terzalimi langsung sampai kepada Allah tanpa ada halangan.
Kesimpulan
Kebahagiaan dan kemudahan hidup datang dari Allah Ta’ala, sedangkan kesulitan hidup seringkali disebabkan oleh perbuatan kita sendiri. Dengan memperbaiki kualitas ibadah, hidup sesuai kebutuhan, dan menghindari kezaliman, insya Allah hidup kita akan dipermudah oleh Allah.
Oleh karena itu, selalu bersyukurlah atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita. Wallahualambisawab.
(Ridwan Ma’ruf)



