Mujadalah

Tantangan Remaja Muslim di Era 4.0

Salafusshalih.com – Di era 4.0 yang ditandai transformasi digital yang serbacepat dan penuh distraksi, remaja Muslim menghadapi tantangan akhlak yang kian kompleks. Gaya hidup bebas, budaya viral, hingga normalisasi perilaku menyimpang menjelma menjadi ujian iman sehari-hari.

Islam tidak membiarkan umatnya berjalan tanpa petunjuk. Dalam berbagai firman-Nya, Allah Swt. mengingatkan pentingnya menjawab seruan Ilahi yang membawa kehidupan dan keselamatan. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Anfal ayat 24:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah Swt. dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Swt. membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”

Maksud ayat tersebut adalah bahwa Allah Taala membatasi keimanan pemuda Muslim agar berbeda dari pelaku maksiat yang akan mengarahkannya pada api neraka.

Tantangan Remaja di Era 4.0

Kemajuan teknologi digital membawa berbagai kemudahan sekaligus tantangan bagi kehidupan remaja Muslim masa kini. Di satu sisi, informasi tersedia luas, komunikasi lintas dunia terbuka lebar, dan kreativitas bisa berkembang tanpa batas.

Namun di sisi lain, era ini juga menghadirkan gaya hidup baru, budaya populer yang kebablasan, serta normalisasi perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

1. Life Style

Ada sebagian remaja yang telinganya , hidungnya bahkan lidahnya ditindik anting, bahkan wajahnya Dipenuhi tatoo. Demikian itu dari tradisi jahiliyah yang bertentangan dengan syariat islam. A

Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 33:

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ

“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu.”

 

2. Ngeprank di Media Sosial

Awalnya, ngeprank dilakukan untuk menghibur orang agar tertawa melihat korban prank. Namun, tidak sedikit korbannya mengalami kerugian besar dan merasa dipermalukan di depan khalayak ramai. Nabi Saw. bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ يُضْحِكُ بِهَا جُلَسَاءَهُ، يَهْوِي بِهَا مِنْ أَبْعَدَ مِنَ الثُّرَيَّا

Artinya: “Sesungguhnya seseorang yang berbicara dengan perkataan yang bisa memancing gelak tawa hadirin, ia akan masuk ke jurang neraka dengan posisi paling jauh dari titik Tsurayya” (Musnad Ahmad: 2990).

3. Mengisap Rokok Elektrik (Vape, Vapor, E-Cigarette)

Dari sisi kesehatan, merokok sangat membahayakan perokok maupun perokok pasif saat berinteraksi. Bahkan sebagian ulama menghukumi merokok sebagai haram, karena mengandung banyak mafsadat (kerusakan) dan termasuk perbuatan boros. Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Isra’ 27:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Solusi pentingnya pendidikan agama berbasis akhlak yang santun dan ketauhidan yang dimulai dari dalam keluarga sendiri, sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Tahrim ayat 6:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ ….

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.” Wallaahualambisawab.

(Ridwan Ma’ruf)

Related Articles

Back to top button