Tata Cara Menjawab Salam Ketika Shalat

Salafusshalih.com – Menjawab salam hukumnya wajib. Lalu bagaimana cara menjawab salam ketika seseorang sedang melaksanakan salat?
وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا– قَالَ: قُلْتُ لِبِلَالٍ: كَيْفَ رَأَيْتَ اَلنَّبِيَّ صلّى الله عليه وسلّم يَرُدُّ عَلَيْهِمْ حِينَ يُسَلِّمُونَ عَلَيْهِ، وَهُوَ يُصَلِّي؟ قَالَ: يَقُولُ هَكَذَا، وَبَسَطَ كَفَّهُ.
أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ، وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku bertanya kepada Bilal radhiyallahuanhu, ‘Bagaimana engkau melihat Rasulullah Saw menjawab salam mereka ketika beliau sedang salat?’
Bilal menjawab, ‘Begini,’ sambil membuka telapak tangannya.” (Hadis diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmizi, serta disahihkan oleh Tirmizi)
Kisah dalam hadis Ibnu ‘Umar ini bermula ketika Rasulullah Saw keluar rumah menuju Masjid Quba untuk melaksanakan salat. Datanglah penduduk Quba dari kalangan Ansar dan mengucapkan salam kepada beliau. Mereka mengetahui Rasulullah Saw sedang salat, dan Bilal bin Rabah menyaksikan peristiwa tersebut.
Sahabat Ibnu ‘Umar yang terkenal alim itu tidak merasa canggung untuk bertanya kepada Bilal karena ia merasa belum mengetahui masalah ini. Abdullah putra Umar bin Khattab bertanya bagaimana Nabi menjawab salam ketika sedang salat.
Bilal menjawab bahwa Nabi Saw menjawab salam dengan isyarat membentangkan telapak tangan, mengarahkan telapak tangan ke bawah, sedangkan punggung telapak tangan menghadap ke atas.
Hadis Pendukung
Muhammad bin Ismail al-Amir ash-Shan‘ani mengungkapkan dalam Subulus Salam beberapa hadis pendukung:
Muslim meriwayatkan dari Jabir: “Rasulullah Saw menyuruhku untuk suatu keperluan. Ketika aku menemuinya, beliau sedang salat. Aku mengucapkan salam, lalu beliau memberikan isyarat kepadaku.”
Al-Baihaqi meriwayatkan: “Bahwasanya Rasulullah Saw menjawab salam dengan isyarat kepala.”
Musnad Ahmad meriwayatkan dari Shuhaib: “Rasulullah Saw menjawab salam dengan isyarat jari-jemarinya.”
Kesimpulan
Seseorang yang sedang melaksanakan salat boleh menjawab salam dengan isyarat, baik dengan cara membentangkan tangan, mengisyaratkan kepala, maupun menggunakan jari-jemari.
Secara zahir, menjawab salam tetap wajib, namun ketika sedang salat kewajiban tersebut dapat diganti dengan isyarat selama tidak membatalkan salat.
Jumhur ulama, di antaranya Imam Malik, Imam Syafi‘i, dan Imam Ahmad, berpendapat bahwa boleh menjawab salam ketika salat dengan isyarat.
(Ridwan Manan)



