Tsaqofah

Usia Senja, Kesempatan Terakhir Untuk Kembali Kepada Allah

Salafusshalih.com – Allah telah menganugerahkan usia yang cukup bagi manusia untuk berpikir, merenung, dan kembali kepada-Nya. Namun, terdapat batasan usia di mana alasan dan uzur tidak lagi diterima. Rasulullah ﷺ bersabda:

اللَّهُ لَا يُعْطِي أَحَدًا مِنْكُمْ عُذْرًا، بَعْدَ أَنْ يُؤَخِّرَهُ خَمْسِينَ سَنَةً

“Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun.” (HR. Bukhari)

Imam Al-Khattabi menjelaskan bahwa seseorang yang telah mencapai usia 50 tahun tidak lagi memiliki alasan untuk menunda taubat dan amal saleh. Usia ini adalah isyarat mendekatnya ajal, sehingga ia seharusnya lebih banyak mengingat kematian, meningkatkan ibadah, dan bersungguh-sungguh dalam persiapan menghadap Allah. (Tafsir Al-Qurthubi)

Allah berfirman:

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

“Bukankah Kami telah memberikan umur yang cukup kepadamu untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan telah datang kepada kalian seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun.” (Fathir: 37)

 

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa panjang umur adalah kesempatan bagi seseorang untuk memperbanyak amal saleh. Jika seseorang tetap lalai setelah mencapai usia yang matang, maka kelalaiannya itu menjadi bukti nyata bahwa hatinya telah berpaling dari peringatan Allah.

Usia Senja: Kesempatan Terakhir Sebelum Terlambat

Jika selama 50 tahun engkau telah berjalan menuju Tuhanmu, maka kini perjalananmu hampir sampai. Oleh karena itu, perbanyaklah istigfar dan taubat, karena Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruhnya belum sampai ke tenggorokan.” (H.R. Tirmidzi, No. 3537, sahih)

Seseorang yang telah mencapai usia senja harus lebih berhati-hati terhadap dosa, sebab dosa yang terus dilakukan di masa tua adalah bukti dari kelalaian yang berlarut-larut. Umar bin Abdul Aziz pernah berkata:

“Orang yang umurnya sudah mencapai 40 tahun, maka hendaklah ia waspada terhadap dirinya sendiri.”

Allah juga berfirman tentang orang yang mencapai usia matang:

حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

 

“Hingga apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai 40 tahun, dia berdoa: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridai; dan berilah kebaikan kepadaku dalam keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’.” (Al-Ahqaf: 15)

Maka, jika seseorang telah mencapai usia senja tetapi masih terus dalam kemaksiatan, bukan hanya dosa masa lalunya yang dipertanggungjawabkan, tetapi juga dosa yang terus diperbuatnya.

Jangan Sampai Terlambat!

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya, dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya.” (HR. Ahmad No. 19327, Tirmidzi No. 2329, sahih)

Allah juga memperingatkan tentang penyesalan orang-orang yang menunda taubatnya hingga ajal tiba:

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ، لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًۭا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

 

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat amal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan’. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu hanyalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Al-Mu’minun: 99-100)

Kesimpulan

Usia yang terus bertambah seharusnya membuat kita semakin sadar bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara. Jangan sampai usia senja kita diisi dengan kelalaian dan kemaksiatan. Sebaliknya, manfaatkan waktu yang tersisa untuk memperbanyak taubat, ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah. Karena pada akhirnya, hanya amal saleh yang akan menemani kita saat ajal tiba.

(Dwi Taufan Hidayat)

Related Articles

Back to top button