Hubbul Wathan

Bantuan Gaza: Arab Saudi Serukan Masuk Tanpa Hambatan!

Salafusshalih.com – Arab Saudi menyerukan agar bantuan kemanusiaan untuk Gaza dapat masuk tanpa hambatan dan prasyarat. Riyadh juga menolak politisasi bantuan maupun penggunaan kondisi kemanusiaan sebagai alat tekanan terhadap warga Palestina.

Seruan itu disampaikan Penasihat sekaligus Utusan Khusus Menteri Luar Negeri Arab Saudi untuk Negosiasi dan Upaya Perdamaian, Dr. Manal Radwan, dalam diskusi meja bundar tingkat tinggi di Markas Misi Tetap Mesir untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Kamis (24/9/2026).

Manal hadir mewakili Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan. Forum tersebut mengangkat tema “From Sharm El-Sheikh to Phase II – Consolidating Peace and Early Recovery” dan dipimpin bersama oleh Mesir, Prancis, Jerman, serta Komisi Eropa.

Manal menyampaikan keprihatinan atas memburuknya kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza menjelang musim dingin. Ia menekankan pentingnya memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, bantuan harus diberikan tanpa hambatan dan tidak dijadikan instrumen politik ataupun sarana untuk menekan atau memindahkan warga Palestina. “Bantuan kemanusiaan tidak boleh menjadi alat politik. Gaza membutuhkan makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal, bukan negosiasi yang tak berujung,” tegasnya.

Manal juga menyampaikan dukungan Arab Saudi terhadap upaya pemulihan awal Gaza. Riyadh menyatakan akan bekerja sama dengan mitra regional dan internasional untuk mempercepat pemulihan dengan tetap mempertahankan kesatuan wilayah Palestina serta memperkuat institusi Otoritas Nasional Palestina. Arab Saudi juga menegaskan bahwa penyelesaian konflik membutuhkan jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan, termasuk melalui solusi dua negara.

Dalam forum tersebut, Manal memaparkan dukungan kemanusiaan Arab Saudi melalui King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief). Data terbaru KSrelief mencatat 159 proyek di Palestina dengan nilai sekitar US$547,95 juta. Program tersebut mencakup sejumlah sektor, antara lain kesehatan, pangan, tempat tinggal, pendidikan, pemulihan awal, air dan sanitasi, serta perlindungan.

Saudi Gazette juga melaporkan bahwa Arab Saudi telah memberikan dukungan langsung sebesar US$120 juta kepada pemerintah Palestina, selain dukungan berkelanjutan kepada United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA). Dukungan tersebut menjadi bagian dari kebijakan Arab Saudi dalam membantu penanganan kebutuhan kemanusiaan sekaligus mendorong pemulihan awal di Palestina.

Dalam forum tersebut, Manal turut menekankan pentingnya pelaksanaan komitmen yang telah disepakati dalam proses perdamaian dan pemulihan Gaza. Ia menyerukan agar seluruh pihak memenuhi hasil KTT Sharm El-Sheikh dan melanjutkan implementasi fase berikutnya dengan tetap memperkuat kepemilikan Palestina atas proses pemulihan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan juga menyerukan akses bantuan kemanusiaan secara penuh dan segera ke Gaza dalam pertemuan tingkat tinggi mengenai Palestina di sela-sela Sidang Umum ke-81 PBB. Ia juga menekankan pentingnya penyatuan Gaza dan Tepi Barat di bawah Otoritas Nasional Palestina.

Rangkaian diplomasi tersebut berlangsung di tengah pembahasan internasional mengenai masa depan Gaza, pemulihan kemanusiaan, serta upaya menuju penyelesaian konflik Israel-Palestina.

(Ahmad Fairozi)

Redaksi

Salafusshalih.com.com adalah media yang menfokuskan diri pada topik kebangsaan, keadilan, kesetaraan, kebebasan dan kemanusiaan dengan spirit menguatkan agama meneguhkan Indonesia.

Related Articles

Back to top button