Asy Syifa: Al Quran Sebagai Penyembuh

Salafusshalih.com – Al-Qur’an disebut juga sebagai Asy-Syifa (الشفاء) yang berarti obat atau penyembuh.
Penamaan ini bukan sekadar julukan dari manusia, melainkan ditegaskan langsung oleh Allah Swt di dalam beberapa ayat Al-Qur’an.
Al-Qur’an diturunkan terutama untuk menyembuhkan penyakit-penyakit batin atau psikologis yang sering dialami manusia, seperti
- Kekufuran dan Keraguan: Menghilangkan kebingungan tujuan hidup dengan memberikan petunjuk yang meyakinkan.
- Penyakit Akhlak: Seperti sombong, iri dengki, kikir, dan amarah.
- Keresahan Jiwa: Memberikan ketenangan (sakinah) bagi hati yang gelisah melalui zikir dan tadabbur.
Selain ruhani, para ulama dan sahabat Nabi telah membuktikan ayat-ayat Al-Qur’an dapat menjadi wasilah (perantara) kesembuhan fisik melalui metode ruqyah syar’iyah.
Contoh kisah sahabat yang menyembuhkan orang yang terkena sengatan hewan berbisa dengan membacakan surah Al-Fatihah.
Ada beberapa ayat yang secara eksplisit menyebutkan sifat penyembuh (Asy-Syifa) ini, di antaranya:
Surah Yunus: 57: Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
Surah Al-Isra: 82: Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar (syifa) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…
Surah Fussilat: 44: Katakanlah, Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang mukmin…
Perbedaan Syifa dan Dawa’
Dalam bahasa Arab, obat biasanya disebut dawa’. Namun, Al-Qur’an menggunakan kata syifa.
Para ahli tafsir menjelaskan bahwa dawa’ adalah alat untuk mengobati yang belum tentu menjamin kesembuhan, sedangkan syifa berarti kesembuhan itu sendiri.
Ini menunjukkan kemanjuran Al-Qur’an sebagai solusi pasti bagi mereka yang meyakininya.
Berikut beberapa ayat dan surat dalam Al-Qur’an yang secara khusus sering digunakan sebagai sarana perlindungan diri, ketenangan jiwa, dan permohonan kesembuhan lewat ruqyah.
- Surat Al-Fatihah (Pembuka)
Disebut juga sebagai As-Sab’ul Matsani dan sering dijuluki Surat Ruqyah. Para sahabat Nabi pernah membacakan surat ini untuk menyembuhkan orang yang terkena sengatan kalajengking.
Al-Fatihah mengandung pujian dan permohonan pertolongan yang sangat kuat kepada Allah.
- Ayat Kursi (Surah Al-Baqarah: 255)
Ayat ini adalah ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an.
Fungsinya: Memberikan perlindungan dari gangguan setan dan jin, serta memberikan rasa aman.
Dianjurkan dibaca setelah salat fardu, sebelum tidur, serta pada waktu pagi dan petang.
- Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas)
Dua surah terakhir dalam Al-Qur’an ini diturunkan khusus sebagai sarana perlindungan.
Al-Falaq: Melindungi dari kejahatan makhluk, kegelapan malam, sihir, dan orang yang dengki.
An-Naas: Melindungi dari bisikan setan maupun gangguan manusia yang merusak hati.
Rasulullah Saw biasa meniupkan bacaan surat ini ke telapak tangan lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh sebelum tidur.
- Surah Al-Ikhlas
Meskipun pendek, surah ini setara dengan sepertiga Al-Qur’an karena fokus pada kemurnian tauhid. Memperkuat tauhid adalah dasar utama kesembuhan batin karena menanamkan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu memberi manfaat dan mudarat.
- Akhir Surah Al-Baqarah (Ayat 285-286)
Rasulullah Saw bersabda bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surah Al-Baqarah pada malam hari, maka itu akan mencukupinya (melindunginya dari segala keburukan).
Cara Mengamalkannya Secara Mandiri
Jika ingin menggunakannya sebagai sarana penyembuhan (asy-syifa) atau perlindungan diri, berikut langkah yang sesuai tuntunan syariat.
Ikhlas dan yakin: Yakini bahwa kesembuhan datang dari Allah, dan Al-Qur’an adalah perantaranya.
Dalam keadaan suci: Sebaiknya dalam keadaan berwudu.
Membaca dengan tartil: Baca ayat-ayat di atas dengan tenang dan penuh penghayatan.
Metode tiupan: Setelah membaca, bisa ditiupkan ringan ke telapak tangan lalu diusap ke bagian tubuh yang sakit, atau ditiupkan ke air untuk diminum.
(Suharto Fauzan)



