Mujadalah

Masjidil Aqsha, Situs Isra’ Mi’raj Yang Pernah Hancur

Salafusshalih.com – Masjidil Aqsha di Yerusalem Palestina menjadi situs bersejarah dalam dunia Islam. Karena itulah menjadi tempat suci bagi kaum muslim.

Dua peristiwa penting yang menjadikan tempat itu dikenang umat muslim sepanjang tahun. Peristiwa Isra’ Mi’raj dan perpindahan kiblat salat.

Isra Mikraj diceritakan dalam surat Al-Isra:1.

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Isra Mikraj terjadi malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian. Setahun sebelum hijrah ke Madinah pada tahun 621 M.

Kota Yerusalem juga dikenal dengan sebutan Al-Quds. Di kota tua itu ada Masjidilaqsa. Artinya, masjid yang jauh bagi orang Arab. Disebut pula Baitul Muqadas, rumah suci.

Menurut sejarah, tempat ini merupakan bait suci yang dibangun Nabi Sulaiman. Karena itu kalangan Kristen Eropa menyebutnya Solomon Temple. Lokasinya di bukit Moriah. Orang Arab menyebutnya bukit Haram asy-Syarif.

 

Di situ ada sisa tembok batu yang dikunjungi orang Yahudi untuk sembahyang. Itulah Tembok Ratapan.

Pada masa Nabi Muhammad melakukan Isra Mikraj, Masjidilaqsa berupa reruntuhan yang sudah hancur akibat serbuan bangsa asing yang menjajah negeri itu.

Kubah Emas

Saat isra apakah Nabi Muhammad turun di lokasi baitu suci yang hancur ini?

Al-Quran menyebut Masjidilaqsa mungkin untuk semua tanah di Al-Quds. Sebab fakta di lapangan ada bongkahan batu besar yang dikeramatkan karena dipercaya Nabi Muhammad pernah duduk di situ sebelum mikraj ke Sidratul-mutaha bersama Jibril.

Batu besar itu diamankan dalam gedung kubah berwarna emas yang dibangun di zaman Dinasti Umayah mulai tahun 687 M. Gedung itu populer disebut Qubbah As-Sakhrah. Kubah Batu. Orang Eropa menyebutnya Dome of Rock.

Khalifah Abdul Malik membangun gedung berupa cungkup kubah berdiameter 20 meter ditopang 16 pilar. Biaya pembangunan berasal dari pajak daerah Mesir. Di tempat itu ada prasasti yang menjelaskan selesai dibangun tahun 70 H, antara 691–692 M.

Kubah warna emas ini yang sering dikira banyak orang sebagai Masjidilaqsa. Karena tampak mencolok. Padahal lokasinya masjid ini di depan dengan kubah warna hijau. Mulai dibangun berbarengan di zaman Dinasti Umaiyah.

 

Dinasti Abbasiyah yang berkuasa sesudahnya juga menyerpunakan bangunan dengan membuat dinding bersegi delapan. Arsitekturnya meniru gaya Bizantium dipadu dengan kaligrafi Quran sehingga memunculkan warna Islam.

Dinasti Fatimiyyah, Dinasti Ayyubi, dan Kekaisaran Usmaniyah juga merenovasi bangunan di kawasan itu sehingga menjadi bentuknya yang sekarang.

Bait Suci Hancur

Menurut sejarah, Al-Quds merupakan ibu kota Kerajaan Daud dan Sulaiman. Nabi Daud membangun kerajaan setelah merebutnya dari Raja Thalut sekitar tahun 1000 SM (Sebelum Masehi).

Raja Thalut menurut istilah Quran di surat Al-Baqarah ayat 246–252. Di Bible dalam kitab Samuel 16 disebut Saul. Thalut menguasai Yerusalem setelah mengalahkan Jalut (Goliath) bangsa Filistin bersama Daud.

Sepeninggal Nabi Sulaiman, kerajaan Palestina melemah. Lantas Raja Babilonia Nebukadnezar II menyerang pada tahun 597 SM. Kuil Sulaiman dihancurkan. Orang-orang Yahudi dibawa ke Babilon menjadi budak.

Lima puluh kemudian, tahun 539 SM, Kerajaan Persia menyerbu Yerusalem dan Babilonia. Kisra Persia mengizinkan orang-orang Yahudi pulang ke Yerusalem. Mereka membangun lagi bait suci.

Tahun 332 SM, Raja Alexander Agung dari Makedonia, menyerang negeri itu. Setelah Alexander Agung wafat, negeri itu diperintah raja-raja Yahudi lagi.

Merujuk Britannica.com, pasukan Bizantium pada tahun 63 SM ganti menyerang negeri itu setelah bersekutu dengan orang Yahudi penguasa Galile. Raja Herodes dari Bizantium memerintah negeri ini.

 

Pada masa Yerusalem dikuasai Bizantium ini hidup Nabi Zakaria dan anaknya, Nabi Yahya, juga Nabi Isa.

Herodes membangun Yerusalem. Membangun tembok kota. Merenovasi bait suci. Herodes wafat tahun 4 SM digantikan oleh anaknya, Herodes Arkhelaus.

Namun dia dikudeta. Lalu Pontius Pilatus naik tahta. Di zaman inilah dakwah Nabi Isa bermasalah dengan rabi Yahudi sehingga ditangkap dan disiksa.

Setelah itu pemberontakan Yahudi melawan Romawi kembali terjadi hingga di zaman Kaisar Titus. Perang menyebabkan kota hancur termasuk bait suci.

Tahun 636 M, Khalifah Umar bin Khattab mengirim pasukan dengan Panglima Abu Ubaidah bin al-Jarrah untuk membebaskan kota suci itu dari orang Romawi.

Ketika pasukan menang, Umar bin Khattab datang ke Yerusalem tahun 637. Dia menerima kunci kota dari Patriark Sophronius.

Suatu saat Umar ingin salat berjamaah. Pendeta Sophronius menilakan Umar dan pasukannya salat di gereja. Umar menolak.

Dia khawatir kalau salat di gereja bisa dipakai dalih umat Islam mengubah gereja menjadi masjid. Padahal Umar menjanjikan perlindungan umat Kristen bebas beribadah.

Umar kemudian salat di luar gereja di sisi selatan. Di situlah kemudian dibangun Masjid Umar.

(Sugeng Purwanto)

Related Articles

Back to top button