Pemuda Yang Diharapkan Umat

Salafusshalih.com – Dari masa ke masa, sosok pemuda memiliki peran ikut mengubah dunia. Setiap orang bisa menjadi besar pada zamannya.
Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata: “Tiap kali kuhadapi masalah-masalah besar, yang kupanggil adalah anak muda.”
Ir. Sukarno sering kali mengobarkan semangat dengan berucap, “Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku goncangkan dunia.”
Dalam Al-Qur’an digambarkan sosok pemuda pejuang yang terkenal disebut ashhabul kahfi. Sekelompok pemuda yang memiliki integritas moral dan keimanan yang kuat tak gentar melawan penguasa yang menindas.
Allah berfirman:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka. (QS Al-Kahfi: 13)
Dalam sabda Nabi Saw pun diingatkan: “Syabaabaka qabla haramika — manfaatkanlah masa mudamu sebelum masa tuamu.”
Dari ayat dan hadis tersebut menyebutkan Islam menekankan pentingnya masa muda. Di masa muda itulah segala kekuatan dan semangat muncul paling dahsyat.
Dalam sejarah Islam, ada deretan pemuda yang mengubah peradaban. Seperti Mush’ab bin Umair, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Bilal bin Rabah.
Karakter Pemuda Pejuang
Sosok para sahabat pemuda pendamping Rasulullah tergambarkan karakter pejuang yang bisa mengubah dunia.
Pertama, selalu menyeru kepada kebenaran
Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan. (QS Al-A’raf: 181)
Pemuda sejati tidak hanya memahami kebenaran, tetapi berani menyampaikannya dan mewujudkannya dalam kehidupan bersama.
Kedua, mencintai Allah dan Allah pun mencintai mereka
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Maidah: 54)
Cinta kepada Allah terwujud dalam kelembutan kepada sesama dan ketegasan dalam membela kebenaran, tanpa takut dikritik selama berada di jalan yang benar.
Ketiga, saling melindungi dan mengingatkan
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan salat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS At-Taubah: 71)
Persatuan yang dibangun atas dasar iman dan saling mengingatkan dalam kebaikan adalah fondasi sebuah bangsa.
Keempat, memenuhi janjinya kepada Allah
Orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. (QS Ar-Ra’d: 20)
Amanah dan kepercayaan adalah modal utama pemuda pembangun negeri. Tanpa kejujuran, tidak ada bangsa yang dapat berdiri kokoh.
Kelima, berkorban dengan jiwa dan harta untuk kebenaran
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS Al-Hujurat: 15)
Membangun bangsa membutuhkan pengorbanan — waktu, tenaga, pikiran, maupun harta. Pemuda sejati tidak menunggu orang lain bergerak, tetapi ia yang bergerak di barisan terdepan.
Keenam, tumbuh dalam ibadah dan hatinya terpaut dengan masjid
Rasulullah Saw bersabda:”Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, orang yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, orang yang mengingat Allah dalam kesendirian hingga air matanya mengalir, orang yang menolak godaan wanita terhormat dan cantik karena takut kepada Allah, serta orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi.” (HR Bukhari dan Muslim)
Pemuda adalah generasi penerus perjuangan orang tua. Hanya pemuda berkarakter pejuang yang mampu memajukan bangsa.
(Muhammad Wahid)



