Mujadalah

Ujian Itu Tanda Cinta, Ketika Allah Sedang Menyeleksi Kita

Salafusshalih.com – Kehidupan di dunia ini senantiasa diwarnai tangis dan tawa, sedih dan bahagia. Semua itu merupakan bagian dari kisah kehidupan dunia. Setiap dari kita menjalani skenario yang berbeda-beda dari Sang Sutradara Yang Maha Segalanya, yakni Allah Azzawajalla.

Anda ingin mendapatkan balasan surga di akhirat? Jawabannya: tentu saja, kita semua menginginkannya. Namun, tahukah kita bahwa untuk memasuki surga Allah Ta’ala ternyata tidaklah mudah?

Kita harus melalui proses seleksi berupa ujian kehidupan. Jika kita berhasil melewati ujian-ujian tersebut, maka kita termasuk hamba-hamba Allah Ta’ala yang lulus seleksi, yang memiliki keimanan dan kesabaran yang kokoh.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Surah Al-Baqarah 214:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Ayat ini menunjukkan bahwa kelapangan dan kemudahan datang setelah kesempitan dan kesulitan. Ketika penderitaan memuncak, dan seseorang tetap bersabar, maka ujian itu akan berubah menjadi kenikmatan.

Kelelahan akan berganti menjadi relaksasi tubuh, disertai ketenangan batin dan kedamaian hati. Inilah hakikat kebahagiaan hidup di dunia: bahagia karena mengikuti petunjuk Allah Ta’ala dan ikhlas menerima takdir-Nya.

Berdasarkan hadis Nabi: “Jagalah dirimu dari hal-hal yang diharamkan, niscaya kamu akan menjadi manusia yang paling sempurna ibadahnya. Dan rida-lah dengan apa yang Allah bagikan untukmu, kamu akan menjadi manusia yang paling kaya.” (H.R. At-Tirmidzi, hasan)

Hadis ini memberikan motivasi dan pelajaran berharga agar kaum Muslimin tetap menjadikan Allah Ta’ala sebagai tujuan utama hidupnya.

Jangan Lari dari Masalah

Islam menganjurkan kaum Mukmin untuk segera bangkit dari persoalan hidup. Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Ankabut 69:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”

Ayat ini menekankan pentingnya usaha dan ikhtiar dalam menghadapi masalah, dengan keyakinan bahwa Allah akan membimbing mereka yang bersungguh-sungguh.

Tanamkan keyakinan bahwa tidak ada masalah yang selesai hanya dengan marah-marah, berteriak, atau mengunci diri di kamar. Pahamilah, Allah sedang menyeleksi kita melalui problematika kehidupan, karena Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang paling baik amalnya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Surah Al-Mulk 2:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Ayat ini menjelaskan hikmah dari kehidupan dan kematian sebagai ujian. Agar nyata perbedaan antara orang yang baik dan buruk, dan agar kita memperbaiki diri sebelum ajal menjemput.

Akhirnya Datanglah Kemudahan Itu

Wahai orang-orang yang sedang bersedih, jangan berputus asa atas rahmat dan pertolongan Allah Ta’ala. Perbanyaklah doa, dan bersungguh-sungguhlah dalam memohon. Allah telah menjanjikan bahwa bersama kesulitan, akan datang kemudahan. Bahkan dua kali dalam satu kesulitan, sebagaimana dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–6:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ، إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Ayat ini adalah kabar gembira bagi hamba-hamba yang sedang diuji. Percayalah, Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha kita. Maka tetaplah semangat dan tersenyum dalam menjalani hari-harimu.

(Ridwan Ma’ruf)

Related Articles

Back to top button