Surga Bagi Amil Fundraising
Salafusshalih.com – “Orang yang rugi adalah orang yang tidak mau tahu potensi dalam dirinya, atau ia tahu tapi malas mengerjakannya. Sehingga ia tidak memiliki amal andalan setiap harinya. Lalu melalui pintu surga mana kita akan masuk?”
Kalimat ini bukan sekadar motivasi biasa. Bagian dari cermin yang menohok nurani: apakah kita sedang hidup dalam kesadaran akan potensi diri dan menggunakannya untuk amal yang konsisten?
Setiap manusia diciptakan dengan potensi dan kekuatan berbeda.
Ada yang pandai bicara, ada yang jago menulis, ada yang punya jaringan luas, ada pula yang diberi hati yang peka melihat penderitaan orang lain.
Tapi, betapa ruginya jika semua itu tidak pernah digunakan untuk amal kebaikan. Bahkan lebih rugi lagi jika tahu potensinya, tapi memilih untuk bermalas-malasan.
Padahal dalam satu hadis, Rasulullah Saw bersabda, surga memiliki banyak pintu, dan setiap pintu terbuka bagi orang-orang yang memiliki amalan andalan yang konsisten dan khas.
Ada pintu untuk orang yang rajin salat, ada untuk yang gemar berpuasa, dan ada pula untuk mereka yang gemar bersedekah.
Lalu bagaimana dengan kita?
Apa amal andalan kita?
Melalui pintu surga yang mana kita akan masuk?
Di sinilah kita melihat bahwa fundraising bukan pekerjaan remeh.
Kita bukan hanya mengumpulkan dana tetapi ini adalah aktivitas mulia: menghubungkan hati orang-orang baik dengan kebutuhan umat.
Kita adalah kerja penggerak, jembatan kebaikan. Dan bagi yang menekuninya dengan ikhlas dan konsisten, ia bisa menjadi amal andalan bahkan pintu surga.
Banyak orang diberi potensi komunikasi yang baik, punya akses ke jaringan luas, atau mudah dipercaya oleh orang-orang di sekitarnya. Semua itu adalah modal utama dalam dunia fundraising.
Tapi jika potensi itu tidak dimanfaatkan untuk menggalang kebaikan, maka kita termasuk dalam kategori yang “rugi” dan menyia-nyiakan potensi yang seharusnya menjadi kendaraan menuju rida Allah.
Lebih dari itu, setiap donasi yang berhasil kita galang akan mengalirkan pahala, bukan hanya untuk si donatur, tapi juga untuk kita sebagai penggeraknya.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw
”Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR Muslim)
Maka, bila hari ini kita berjuang di jalan fundraising meski hanya lewat broadcast WA, desain poster donasi, caption media sosial, atau mengetuk hati satu orang dermawan semua itu bisa menjadi amal yang kelak menyambut kita di akhirat.
Fundraising bisa jadi bukan hanya pekerjaan kita, tapi jalan surga kita.
Jangan Mati tanpa Amal Andalan
Jangan sampai kita hidup tanpa meninggalkan jejak amal. Jangan sampai kita mati tanpa pernah punya satu amal yang kita bawa dengan bangga di hadapan Allah.
Jika hari ini kita belum punya amal andalan, mungkin fundraising bisa menjadi pintu itu.
Tinggal kita pilih: mau jadi orang yang terus bergerak, atau mau jadi orang yang merugi?
Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi?
Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
(Kuswantoro)



