Hubbul Wathan

Jangan Semua Diborong: Harta, Jabatan, dan Kekuasaan!

Salafusshalih.com – Al-Qur’an mengingatkan kita bahwa rezeki bukan sekadar soal banyak atau sedikit, melainkan soal hikmah dan ujian. Allah berfirman dalam Surah Asy-Syūrā ayat 27:

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki bagi hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi. Tetapi Allah menurunkan (rezeki itu) menurut kadar yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.” (Asy-Syūrā: 27)

Ayat ini menegaskan, seandainya manusia diberikan harta melimpah tanpa batas, justru banyak yang akan sombong, berbuat zalim, dan melampaui aturan. Maka Allah mengatur rezeki dengan takaran: ada yang kaya, ada yang sederhana, ada yang diuji dengan kemiskinan. Semua itu sesuai kebijaksanaan-Nya.

Cermin Kesombongan: Firaun, Karun, dan Haman

Allah bahkan mengabadikan tiga nama dalam satu ayat sebagai peringatan:

وَقَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مُوسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانُوا سَابِقِينَ

“Dan (juga) Qarun, Fir‘aun, dan Haman; sungguh Musa telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, tetapi mereka berlaku sombong di muka bumi, dan mereka sekali-kali tidak dapat lolos (dari azab Kami).” (Al-‘Ankabūt 39)

  • Fir‘aun sombong dengan kekuasaan, bahkan berani mengaku tuhan.

  • Karun sombong dengan harta, merasa kekayaannya semata hasil kerja keras dan ilmunya.

  • Haman sombong dengan jabatan, rela menjadi kaki tangan penguasa zalim.

Ketiganya adalah bukti nyata isi QS. Asy-Syūrā ayat 27: manusia yang dibanjiri rezeki tanpa iman bukan semakin taat, melainkan semakin melampaui batas.

Hadis dan Perkataan Ulama

  1. Harta dan kekuasaan bisa jadi fitnah
    Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya bagi setiap umat ada fitnah, dan fitnah bagi umatku adalah harta.” (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah) Karun adalah contoh nyata: hartanya justru menghancurkan dirinya.

  2. Akhlak lebih berat daripada harta
    Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat selain akhlak yang mulia. Sesungguhnya Allah membenci orang yang buruk akhlaknya, lagi suka berkata kotor.” (H.R. Abu Dawud, Tirmidzi). Fir‘aun, Qarun, dan Haman memiliki harta dan jabatan, tapi tanpa akhlak, semuanya tidak bernilai di akhirat.

  3. Ibn Qayyim Al-Jauziyah
    “Di antara bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah Allah menahan sebagian dunia darinya. Sebab, andai dunia itu diluaskan, niscaya ia akan rusak oleh dunia tersebut.”
    Ini sejalan langsung dengan Asy-Syūrā ayat 27.

  4. Kisah Umar bin Khattab
    Umar sering memanggul gandum untuk rakyatnya. Ketika ditanya mengapa tidak menyuruh pembantu, beliau menjawab: “Siapa yang paling berhak memanggul dosa umat di akhirat kalau bukan aku sebagai pemimpinnya?” Kontras dengan Fir‘aun dan Haman yang menyalahgunakan jabatan.

Hikmah Untuk Kita

  1. Rezeki terbatas bukan tanda Allah pelit, melainkan bentuk kasih sayang. Bisa jadi kalau kita kaya raya, justru kita terseret pada kesombongan seperti Qarun.

  2. Jabatan tinggi tidak selalu karunia, bisa juga jebakan. Haman adalah contoh yang jabatan tingginya mengantarkan pada kehancuran.

  3. Kekuasaan tanpa iman hanya melahirkan tirani. Fir‘aun adalah penguasa yang tenggelam bersama kesombongannya.

Rezeki Itu Amanah, Bukan Alasan Untuk Angkuh

Surah Asy-Syūrā ayat 27 mengajarkan bahwa Allah paling tahu kadar rezeki yang pas untuk setiap hamba. Kisah Fir‘aun, Karun, dan Haman memperingatkan kita bahwa harta, jabatan, dan kekuasaan bisa menjadi nikmat besar, tetapi juga bisa menjadi jalan tercepat menuju kehancuran bila dipakai dengan sombong.

Karena itu, jangan iri pada yang kaya, jangan minder dengan kesederhanaan, dan jangan terlalu bangga dengan jabatan. Yang terpenting adalah syukur, sabar, dan amanah atas setiap rezeki yang Allah titipkan.

(Muhammad Hidayatulloh)

Related Articles

Back to top button